HakAsasi Manusia (HAM) ialah hak yang telah melekat pada berbagai martabat manusia dengan insan yang berasal dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Ide mengenai tentang HAM berawal dari keyakinan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki sifat sama serta sederajat. Maknanya manusia ini dilahirkan dalam sebuah keadaan Pujisyukur saya panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa. Atas rahmat dan hidayahnya saya telah berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah ilmu Sosial dasar. Isiyang tertuang dalam Pancasila pertama hakaketnya ialah keyakinan yang seseorang secara individual tentang nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Idiologi inilah mengharuskan setiap insan untuk tunduk pada aturan-aturan sebagai upaya pelestarian cita-cita pendiri bangsa, dalam peranan sejarah pancasila yang diuraikan. Pancasilaadalah dasar etika setiap insan Indonesia dalam bernegara. Sila ("moral") pertama bunyinya "Ketuhanan yang Maha esa". "Ketuhanan" berarti konsep tentang Tuhan, karenanya tidak harus berbentuk agama yang terorganisasi atau istilah umumnya umat agama tertentu. terhadapTuhan Yang Maha Esa sebagai salah satu aspek warisan budaya bangsa (budaya spiritual) secara realistic masih hidup dan berkembang serta dihayati oleh sebagian masyarakat Indonesia. Pada awal abad 19 kata 'culture'(budaya) digunakan sebagai sinonim atau suatu keadaan yang menunjukkan perbedaan dengan kata 'civilization' (peradaban VCxaB9q. p>Humans and nature are two of the many symbols of the manifestation of God’s love for the universe He created. The form of God’s love for the universe is an indisputable reality because before God created humans, he also thought and understood the survival of human beings in the realm of life as a form of symbiotic relationship between human and natural. All human needs have been fulfilled and provided by God through the supply of natural resources, and vice versa God is preparing humans to help maintain the balance of the universe, both physical, biological and socio-cultural elements. The concept of Tri Hita Karana is the root of people’s happiness in Bali. As a philosophy of life for Balinese people who still exist in the community in Bali, it is also used as a model of happiness in other countries in the world. This concept is a very simple to be implemented in everyday life. Because Tri Hita Karana etymologically is derived from three syllables, Tri which means “three”, Hita means “happiness” and Karana which means “cause”. The three causes of happiness consist of Parahyangan, Palemahan and Pawongan. The relation of God’s relationship with nature according to the Hindu perspective is God as a symbol of the bhuana agung and bhuana alit. God as a symbol of the bhuana agung universe is a manifestation of the contents of the universe while God as a symbol of the bhuana alit can be realized that God exists and lives in every human being.

individu sebagai insan tuhan yang maha esa